Makna Dan Fungsi Celurit Madura Dari Waktu Ke Waktu



Celurit Madura merupakan senjata tradisional khas masyarakat Madura yang pada umumnya dibawa dengan cara dimasukkan ke dalam celana di bagian samping. Bentuk senjata tajam yang melengkung ini merupakan bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Madura yang sering digunakan untuk acara-acara adat. Di Indonesia, bentuk senjata tradisional yang bilahnya melengkung ini tidak hanya ada di Madura tetapi juga ada di Jawa Barat yang dinamakan dengan kujang, kerambit yang berasal dari Sumatera, dan arit yang merupakan senjata tradisional Jawa Tengah. Masing-masing senjata memiliki ciri khas dan maknanya tersendiri. Bagaimana dengan makna dan fungsi dari celurit Madura?

Digunakan sebagai senjata carok
Carok dalam bahasa adat Madura berarti duel atau pertarungan satu lawan satu antar laki-laki. Budaya tradisional masyarakat Madura jaman dulu sangat menjunjung tinggi nilai kehormatan baik harga diri maupun keluarga atau istrinya. Jadi ketika istrinya dilecehkan atau diganggu oleh orang lain, maka sang suami biasanya akan menantang orang yang mengganggu istrinya dalam carok. Tantangan ini didasarkan kepada sang suami yang tidak terima istrinya yang merupakan kehormatannya dilecehkan oleh orang lain. Nilai yang dipegang masyarakat Madura ketika itu adalah lebih baik mati dalam pertarungan carok ketimbang kehormatannya diinjak-injak oleh orang lain dan melawan menggunakan celurit Madura.
Dalam carok, pertarungan atau duel yang terjadi bisa sampai mati, artinya duel baru selesai apabila salah satu dari peserta duel mati. Oleh karena itu tentu ada para lelaki yang memiliki rasa ketakutan dengan tradisi carok, orang yang takut mati dan tidak berani melakukan carok disebut dengan tako’an. Sebaliknya, apabila seseorang berhasil keluar sebagai pemenang dalam sebuah pertandingan carok, maka ia dianggap sebagai jagoan oleh warganya. Gelar jagoan bisa didapat apabila si pemenang benar-benar mendapatkan kemenangannya dengan cara yang ksatria alias tidak menusuk dari belakang atau curang meski menggunakan celurit Madura.
Senjata yang efektif
Celurit Madura merupakan senjata yang paling banyak digunakan untuk carok. Carok memiliki ukuran yang tidak terlalu besar dan pas digenggaman dan tidak terlalu berat sehingga mudah dikendalikan karena terbuat dari besi yang ditempa tipis. Bilahnya yang berbentuk melengkung mengikuti lekuk tubuh manusia sehingga bila terkena badan manusia maka seluruh permukaan celurit bisa melukai tubuh. Satu kelemahannya mungkin karena panjangnya yang tergolong pendek tidak efektif untuk digunakan dalam pertarungan jarak jauh.
Digunakan sebagai alat pertanian
Sebelum dijadikan senjata untuk carok dan memiliki makna sebagai simbol harga diri dan strata sosial, ternyata celurit Madura pada awalnya merupakan alat yang digunakan untuk pertanian dan perkebunan, terutama untuk menyiangi tanaman gulma, jagung, padi dan kegunaan lainnya. Celurit mulai digunakan sebagai senjata sekitar abad ke-18 ketika seorang pria Madura yang merupakan petani melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda di Madura namun gugur dalam usahanya mengusir penjajah dari tanah Madura.
Setelah petani yang diketahui sebagai mandor tebu gugur dalam perlawanan terhadap Belanda, banyak masyakarat Madura yang kemudian mengikuti jejak si petani untuk melawan penjajahan Belanda. Senjata yang digunakan masyarakat untuk melawan Belanda adalah celurit yang kini cerita ini dikenal dengan nama Legenda Sakera. Sejak saat itulah celurit Madura beralih fungsi menjadi simbol perlawanan dan harga diri untuk menjaga kehormatan bagi warga Madura. Namun setelah Indonesia merdeka, celurit mengalami pergeseran makna kembali menjadi senjata yang digunakan hanya untuk acara-acara adat saja.

no copas